WELCOME TO MY BLOG

selamat membaca

Senin, 05 September 2011

bayangan itu

bukan aku tak mau membuka mata, namun aku terlalu asik dengan kesakitan hatikku.
hatiku telah terbiasa tenggelam, tenggelam di tengah bayangan yang kelam itu.
ingin aku keluar dari bayangan itu, tapi aku malah semakin dalam tenggelam.
aku mencoba mencintai bayangan lain, namun bayangan itu selalau mengintaiku.
bayangan itu suatu saat bisa menutup mataku.
aku tak kuasa keluar dari bayangan itu walaupun ada bayangan lain.
aku benar-benar tak berdaya.
mungkin aku terlalu mencintai, bayangan itu.

aku bingung

aku merasakan saat-saat dimana aku merasa benar-benar hampa.
tanpa siapapun menemaniku.
aku sendiri, aku takut, aku merasa gelisah.
aku tak pernah membayangkan sebelumnya.
aku tak pernah tahu akan berakhir seperti ini.
aku terlalu terlena dengan semua perkataan manis kaum adam
aku sulit, sulit sekali untuk keluar dari keadaan ini
aku berusaha bangkit ,tapi mengapa bayangan itu menghantuiku
aku tidak tahu harus melakukan apa ?
apa engkau bisa menjawab semua ini ?
aku bingung , aku sungguh bingung untuk keluar dari semua ini.
mungkin , hanya engkau yang tahu jawaban semua itu .

cerita aku, kamu, dan dia

aku tak pernah berharap banyak untukmu ,aku mencintaimu tanpa alasan.
bahkan sampai detik ini ,aku tidak tahu alasan mencintaimu.
bukan karena rupamu ,atau pun hartamu tapi hatiku yang memilih kamu untuk aku cintai.
tapi kamu lebih memilih untuk menggapai yang lain ,yang mungkin lebih sempurna di hadapanmu.
aku terpaku ,diam tak bisa mempertahankanmu yang semakin lama menjauh.
aku bukan penulis, aku bukan juga pujangga, bahkan aku bukan peramal yang tahu akan perasaanmu.
kangen, itulah yang kurasakan.
tapi apa kamu merasakan hal yang sama, entah aku tak pernah tahu itu.
aku rela melepaskanmu agar bisa bersama dia walaupun kamu tahu aku sedang berbohong.
iya kamu benar, aku memang sedang berbohong.
aku tak bisa hidup tanpa mu, hampa hidupku.
tapi aku kembali berpikir dan sadar, kamu memang bukan untukku.
jalan hidup kita berbeda, hatimu bukan untukku.
tapi satu yang ku yakini, bila suatu saat nanti kita ditakdirkan bersama kita pasti akan bersama.
semoga waktu yang bisa memperbaiki hati yang terluka.
aku jujur apa adanya, tanpa membuat cerita ini berlebihan. itulah yang aku rasakan.
memang aku akui, dia lebih sempurna.
dia adalah masa lalumu yang sampai kapan pun akan terus membayangi dirimu karena kamu pun tak mau keluar dari masa lalu itu.

Sabtu, 03 September 2011

andai aku malaikat

"Happy Annivessary, sayang", itu kata-kata yang baru aku terima melalui pesan singkat. Aku pun membalas pesan singkat tersebut "Happy Annivessary, sayang :) semoga selamanya bersama ya". Itulah hari jadi kita yang pertama, sudah setahun kita melewati masa susah dan senang bersama. Saat aku menjalani hari-hari bersama dengan dia, aku merasa menjadi perempuan yang sangat beruntung karena memiliki seseorang yang mengerti dengan semua kelebihan dan kekuranganku begitupun dengan dia. Hari jadi kami bertepatan dengan ulang tahun Galang, pacarku. Aku pun berniat memberikan suprise kepada Galang, dengan dibantu oleh sahabatku serta sahabat Galang juga. Setahu aku hari ini Galang tidak ada kegiatan apa-apa, dia hanya dirumah dan paling ke bengkel. Aku pun mengirim pesan kepada Galang "yang, kamu lagi dimana ?" setelah dua puluh menit Galang baru membalas pesan dari aku "aku di rumah". Haduh dia ada di rumah, berarti aku harus membuat dia pergi keluar sebentar agar aku bisa memberi suprise secara maksimal tanpa diketahui oleh dia. Aku pun membalas pesan dari Galang "yang , bentar lagi aku ke rumah kamu ya | aku mau ngajak kamu pergi keluar" tidak alam kemudian Galang membalas pesanku "mau kemana ?" tidak seperti biasanya Galang bertanya kalau aku ajak pergi, biasanya dia langsung mengatakan oke, aku jemput dimana. Aku bingung dan mencari alasan supaya dia bisa keluar rumah. Akhirnya aku mencari strategi lain karena Galang tidak mau kelkuar rumah karena dia lagi tidak enak badan. Aku, Dani, Devi, dan Dimas langsung meluncur ke rumah Galang. Aku sudah membawa sebuah kue dan kado Hari Jadi dan Ulang Tahun Galang. kurang lebih empat puluh menit, aku dan yang lainnya sampai di depan rumah Galang. Aku mengirim pesan kepada Galng aklau aku uda samapi di depan rumahnya. Tidak berapa lama Galang keluar rumah. Dia kaget karena bukan hanya aku yang ada di depan rumah melainkan dengan Dimas dan Doni, sahabatnya. Aku pun menghampiri Galang dan berkata "Heppi Birthday ya sayang, Happy Annivessary kita, Semoga kamu lebih sadar mengahdapi aku dan hubungan kita bisa selamanya" Galang pun diam seribu kata dan dia memeluk aku dengan perasaan sayang yang tulus.Aku terharu dan hampir saja menitikkan airmata, dia pun berkata "makasih ya sayang, maaf kalau aku tadi ga bisa pergi sama kamu. Aku sayang kamu". Devi, Doni, dan Dimas ahanya bisa tersenyum sambil sesekali menertawakan kita. Galang mengajak kita masuk ke dalam rumahnya, kebetulan rumahnya Galang lagi sepi karena orangtuanya lagi pergi ke rumah neneknya Galang di Bandung. Aku pun membantu Galang membuatkan minuman dan menyediakan makanan untuk Devi, Doni dan Dimas. Aku merasa malam ini adalah malam yang paling bahagia untuk kita semua dan khususnya untuk aku. Sebelum aku pulang, Galang menawarkan diri untuk mengantar aku pulang tapi aku tahu dia masih sakit ajdi aku diantar pulang oleh Dimas yang kebetulan satu arah denganku. "Galang, aku pulang sama Dimas aja ya. Aku takut kamu makin sakit, istirahat ya sayang" aku berkata sambil mencium pipinya Galang. Galang ahanya berkata "Makasih ya, hati hati di jalan sayang" dan memukul bahunya Dimas "Hati-hati bro bawa pacar gue" Dimas menjawab "Selow mas bro".