WELCOME TO MY BLOG

selamat membaca

Rabu, 04 Januari 2012

Love is you, Andrea :)

Malam ini aku harus kecewa untuk kedua kalinya, entah mengapa aku merasa sakit. Bukan sakit fisik tapi hati aku yang merasa tersakiti. kejadian ini berawal dari status yang muncul di beranda facebook aku, yang intinya kalau pacar yang aku sayang masih sayang dengan seseorang di masa lalunya. Saat membaca status itu, aku benar-benar merasa hancur, tanpa terasa air mata mulai menetes membasahi pipi ku. Aku sadar, aku memang bukan wanita sempurna tetapi aku selalu berusaha melakukan hal yang terbaik untuk dia. Menanngis semalam dan berdoa hanya itu yang bisa aku lakukan karena aku tidak tahu harus melakukan apa malam ini.
Esok harinya, aku tidak sengaja bertemu dengan Randi, pacarku di dunia maya. Randi sadar akan kesalahannya, dia pun meminta maaf kepada aku melalui chat facebook.
R : sayang , aku minta maaf .
maafin aku, an :(
A : iya gapapa kok, I'm Fine :)
R : boong kamu , aku siap ngelakuin apa aja yank agar kamu maafin aku -_-
A : sayang , aku ga perlu menyuruh kamu untuk melakukan apa saja yang aku mau karena kamu yang lebih tahu apa yang harus kamu lakukan. Aku cuma mau kamu jaga kepercayaan aku dan rasa sayang aku ke kamu
R : sayang , aku merasa bersalah banget sama kamu, maafin aku :(
A : iya sayang , aku juga uda maafin kamu jauh sebelum kamu minta maaf :)
R : makasi ya sayang :)
Aku harus bersikap dewasa dan berusaha memaafkan dia walaupun sejujurnya hati aku masih sakit menerima kejadian semalam. Hari-hari kulewati seperti biasa dengan dia, walaupun kita tidak bertatap muka secara langsung tapi dia selalu mengabarkan tentang kondisi dia di mana pun dia berada.
Tapi semuanya itu tidak berlangsung lama, malam ini aku harus kecewa untuk kedua kalinya. Dia menghilang tanpa kabar, aku tidak tahu dia ada di mana dan sedang melakukan apa. Sesampai aku di rumah, aku mencoba membuka akun facebook dia walaupun sejujurnya aku ragu untuk membukanya tetapi hati kecil aku ingin membukanya. Aku pun memutuskan untuk membuka akun milik dia. Namun ternyata kepahitan yang aku dapatkan setelah membaca pesan singkat dia di dunia maya dengan Metania Ramadhani, mantan pacar Randi.
Jujur aku bingung harus melakukan apa saat ini, Randi pun tidak bisa aku hubungi. AKu takut banget kehilangan Randi untuk saat ini dan selamanya. Aku masih sayang sama Randi tapi aku juga mengharapkan penjelasan dari itu semua.
Beberapa jam setelah aku membuka akun facebook milik Randi, tiba-tiba telepon genggamku aku berbunyi. Randi mengirim pesan kepada aku bahwa dia lagi galau. Hati aku yang lagi galau, membuat aku berpikir bahwa dia galau karena bingung memliih aku atau Meta. Aku bingung, sedih, takut, kecewa, semuanya sedang aku rasakan kini. Tapi aku sadar aku tidak bisa mendiamkan semua hal ini terjadi. Aku harus membicarakan semua ini dengan Randi. Aku mengajak Randi ketemu besok dan Randi pun menyetujui pertemuan kita.

Hari yang ditunggu pun tiba, aku menunggu Randi keluar kelas. Tidak lama Randi menghampiri aku yang sedang duduk di bangku tunggu.
"sayang, kamu sudah lama?" tanya Randi.
"lumayan yank" jawabku singkat, sejujurnya aku sangat taku kehilangan dia.
Kemudian dia mengajak aku pergi makan di tempat biasa kita makan.
Jujur akau bingung harus berbicara apa tapi akhirnya aku pun memberanikan diri membuka mulut.
"sayang aku boleh nanya sesuatu sama kamu tapi sebelumnya aku minta maaf" ujarku pelan.
"kamu mau nannya apa sayang ?" tanya Randi balik.
"kamu masih sayang sama Meta?" tanya aku serius.
"sayang , kamu kenapa?" tanya Randi mengalihkan pembicaraan.
"tolong jawab pertanyaan aku!" aku mulai menaikan suara aku.
Randi hanya terdiam dan menundukan kepalanya dan aku pun makin pasrah dengan semua jawaban dia nantinya.
"Aku cuma mau kamu jujur, kalau kamu masih sayang, aku ga masalah tapi sekarang kamu jujur yank" ujar aku sambil memeganng lengan Randi.
"sayang, maaf" ujar Randi pelan.
"Aku sadar, aku cuma wanita yang baru empat bulan menemani dan mengenal kamu. Aku sadar, aku ga sebanding dengan Meta yang sudah kamu kenal lama dibandingkan aku" ujar aku , tanpa terasa air mata menetes.
"sayang, aku tidak pernah bermaksud membuat kamu sedih tapi jujur sekarang aku teringat Meta, Maafin aku" ujar Randi.
"Aku mengerti, terima kasih untuk semuanya" ujar aku meninggalkan Randi.
Randi berusaha mengejar aku tapi aku tetap memilih pergi meninggalkan Randi. Telepon genggam ku terus berdering, Randi mengirim pesan serta menelepon aku terus menerus tapi aku butuh waktu sendiri untuk menerima semua ini.
Seminggu sejak kejadian itu, aku masih sedih dan kecewa apabila teringat dengan Randi. Tapi tiba-tiba aku menerima pesan singkat bahwa sekarang Randi sudah berada di depan rumah aku. Aku pun memastikan dari ejndela kamar aku, dan ternayat benar dia ada di depan rumah aku  dengan membawa spanduk dengan tulisan Love is you, Andrea :)
Aku terharu dengan usaha yang dilakukan oleh Randi untuk meminta maaf kepada aku. Memang aku akui aku belum bisa melupakan perasaan aku terhadap Randi walaupun aku disakiti oleh dia. Ternyata Randi lebih memilih aku dibandingkan Meta, karena Meta ternyata tidak pernah mau berubah dan Meta pun melakukan kesalahan yang sama lagi. Randi pun sadar akan masa lalu yang selamannya akan tetap jadi masa lalu. Sekarang masa depannnya adalah dengan Andrea, seorang wanita yang benar-benar tulus mencintai dia dan wanita yang siap berubah demi Randi.
"Love is you, Andrea" ujar Randi sambil memeluk aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar